EKSPLORASI 2019

”Tas udah siap semua bil?” ”siap bun”, ”ok, berati kita tinggal berangkat”.

Hari ini saya akan melakukan perjalanan Eksplorasi ke ciamis bersama teman-teman dari klub oase, Transportasi yang kami gunakan untuk menuju ciamis adalah kereta. Sesampai saya di stasiun Pasar senen, saya langsung di sambut oleh suasana yang sangatttttttttttttttttttttt ramai sekali. Saat sampai stasiun banyak teman-teman ku yang sudah datang. 30 menit kemudian kereta kami pun datang, dan saya pun berpisah dari papah.

Di kereta aku hampir tidak tidur sama sekali, karena kereta yang kami naiki adalah kelas Ekonomi, sehingga bangku kereta ini sangat tidak nyaman, dan membuat saya terjaga selama perjalanan.

Sampaiiiii.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam, akhirnya kami tiba juga di kota Tasikmalaya. Rasa nya sangat lega dapat berdiri lagi, karena lokasi kampung yang akan kami kunjungi masih jauh. Perjalanan di lanjutkan dengan mobil bak terbuka. Perjalanan menggukan mobil bak, kira-kira di butuhkan waktu selama 1 Jam.

Mobil Bak terus membawa kami menuju pedalaman, dan akhirnya kami pun sampai di Kampung Zuhud. Udara di kampung ini masih sangat segar, sebagian jalan masih belum Aspal. Dan ada Saung tempat kami berkumpul. Hal yang pertama kami lakukan adalah sarapan.

Keliling, dan berkenalan dengan kampung Zuhud.

Setelah perut terisi penuh, kami akan melakukan kegiatan berikutnya. Yakni berjalan keliling kampung dan berkenalan dengan penduduk. Awalnya saya kira kampung ini begitu luas tapi ternyata kampung ini bisa di kelilingi hanya dalam waktu 10 menit jika berjalan kaki. Di kampung ini ada 1 Masjid dan belasan Rumah.

Melepas ikan. 

Nah ini dia kegiatan yang aku tunggu-tunggu selama Eksplorasi. Kami akan melepas ikan ke Empang. Setelah melepas ikan kami memperbaiki pagar di Empang. Beberapa dari kami ada yang takut untuk turun ke Empang karena merasa jijik. Menurut ku ini adalah Pengalaman yang seru, meski ini bukan hal yang baru untuk saya.

Bermain di sungai.

Setelah selesai memasang pagar bambu di Empang. Kami diarahkan untuk mandi di Sungai. Sungai ini benar-benar jauh dari lokasi kampung Zuhud. Ok lah kalo jalur sungai nya mulus. Tapi ternyata tidak. Jalus nya sangat menurut penuh dengan duri dan licin. Karena itu Banyak dari kami yang terluka-luka. Sungai ini Merupakan bagian paling bawah dari desa ini. Oiya di sungai ini ada Bendungan Air. jadi beberapa dari kami memutuskan untuk loncat dari bendungan yang memiliki tinggi 4-7 Meter.  Jika saat turun nya saja sudah sangat berat Bagaimana jika naik nya. Saat kami pulang dari sungai ini adalah perjalanan Palinggggggggggg berat selama Eksplorasi.

Bertemu Keluarga asuh. 

Hari sudah malam, sekarang waktunya kami tidur. Regu ku pisces mendapatkan rumah yang hanya memiliki 1 barang Eletronik yakni lampu. Nama pemilik rumah ini adalah pak Fadli. Pak Fadli sudah tua, beliau memiliki 5 orang anak. Kelima anak nya sekarang sedang merantau di jakarta. Sehingga pak Fadli hanya tinggal bersama istri nya saja. Istri pak Fadli tidak bisa berbahasa indonesia.

DAY 2.

Aku terbangun oleh suara pak Fadli dan Vacha yang sedang mengobrol. Saat aku lihat ajam ternyata ini sudah jam 4:30 dan aku telat untuk sholat Shubuh di masjid. Saat bangun Aku, Vacha, dan Ibrahim langsung mengambil wudhu di toilet yang berada di belakang rumah pak Fadli, Toiletnya bisa di bilang sangat sederhana. Toiletnya hanya memiliki setengah dinding, sehingga jika ingin mandi kami harus berjalan ke toilet umum yang berada di masjid. Setelah sholat shubuh, kami pamit ke pak Fadli untuk berkumpul di saung. Saat di saung mentor memberi beberapa tantangan wawancara untuk kami tanyai ke keluarga Asuh masing-masing. Niatnya setelah dari saung kami akan membantu pak Fadli dan isterinya memasak. Tapi kami malah di suruh mandi dulu. Mungkin pak Fadli dan isterinya merasa tidak enak dengan kami. Maklum lah baru 1 hari kami berkenalan.

Di pagi ini kami membantu pak Fadli memotong ayam, dan kami mulai banyak mengobrol dengan pak Fadli. Pak Fadli sebetulnya memiliki ladang. Tapi karena sedang musim kemarau beliau tidak bekerja.

Mencoba senapan angin. 

Karena regu ku kebanyakan gabut, Vacha mengajak kami untuk jalan-jalan. Kami akhirnya memutuskan untuk keliling desa dan berjalan-jalan di hutan. Saat sedang di hutan kami bertemu dengan regu lain. Bersama Orang tua asuh mereka (bang Ondin). Ternyata mereka sedang berburu tupai dengan menggunakan senapan angin. Dan kami diizinkan untuk mencobanya. Ini merupakan pengalaman yang sangatt berkesan, ini pertama kalinya aku memegang senapan sungguhan.

Membantu pak Fadli mengisi air

Saat perjalanan pulang kami bertemu dengan pak Fadli yang sedang mengisi air. Aku baru tau jika ingin memiliki air bersih, pak Fadli harus mengambil nya di keran umum. dan menampung airnya di dalam jerigen. Dari sini aku jadi sangat bersyukur karena jika ingin air tidak perlu repot-repot mengambil jauh.

Setelah mengisi air, kami bermain ke rumah yang di tempati teman kami Billy.

Day 3.

Hari ni seperti biasa kami bangun sholat subuh di masjid, dan berkumpul di saung. Pagi ini kami membantu pak Fadli menyiram tanamnnya. Dan lagi-lagi kami tidak memiliki pekerjaan. Akhirnya Pak Fadli yang baik hati menawarkan kami, untuk belajar bercocok tanam di rumah pak Ondin. Pak Ondin adalah orang tua asuh teman kami Dilan. Kukira ini akan membosankan, ternyata tidak. Setelah belajar bercocok tanam, Pak Ondin memetik kelapa muda untuk kami makan langsung dari batok nya, rasanya sangat segar apalagi setelah di campur gula Aren.

Menanam pohon. 

Sore ini kami menanam pohon, ini sebagai tanda terimakasih kami untuk kampung Zuhud karena sudah banyak merepotkan. Ternyata menanam pohon itu sedikit berat, terutama saat menggali tanah, jika kami salah sedikit saja tanah di sekitar lubang akan memasuki lubang.

DAY 4.

Hari ini kami lebih banyak berkegiatan bersama. Hari ini di mulai dengan berkunjung ke pabrik Sotong. Sotong adalah makanan Khas Jawa barat yang di buat dari adonan tepung tapioko. Makanan ini biasanya di santap dengan bumbu pedas. Dan kami sangat beruntung karena diizinkan untuk mencobam menggoreng dan melipat sotong nya.

Belajar membuat angklung

Setelah dari pabrik Sotong, kami berjalan lagi menuju saung. Sesampainya kami di saung kami belajar cara membuat angklung. Dan menurutku ini adalah bagian paling membosankan selama Eksplorasi, sampai-sampai beberapa dari kami ketiduran.

Mengambil ikan.

NAH ini dia yang ku tunggu-tunggu, kami akan mengambil ikan untuk kami makan saat malam perpisahan nanti, alat yang kami gunakan dalam menangkap ikan ini hanyalah tangan. Meskipun susah tapi kami dapat banyak loh.

Saat ingin kembali ke rumah masing-masing , tiba-tiba hujan sangat deras dan berangin. jalanan pun jadi basah dan sangat licin. Ini adalah waktu yang pas untuk bermain bola. Saat bermain bola ada salah satu dari kami yang memulai perang lumpur. dan ya, seluruh anak-anak oase langsung berperang lumpur. Dan seluruh anak menarget Syauqi untuk di timpuk lumpur.

Malam Terakhir.

Tak terasa sudah 3 hari kami berada di kampung Zuhud. Acara malam ini adalah api unggun, makan-makan, dan penampilan dari setiap regu. Nah acara ini kami lakukan bersama seluruh orang yang ada di kampung Zuhud, semua orang datang. Bisa di bilang ini adalah pesta perpisahan kami dari kampung zuhud.

Pulang.

Keesokan harinya kami bangun pagi dan merapihkan barang-barang dai tas. Lalu kami di jemput oleh kakak Mentor, serta foto bareng bersama keluarga inang. Perjalanan ini kami lakukan menggunakan bus selama 7 jam, sore harinya kami sampai di terminal Kampung Rambutan, dan bertemu keluarga masing-masing.

 #kluboase
#penggalangoase
#PramukaOase
#EksplorasiOase2019
#homeschooling
#kampungzuhud

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>