Menyusuri Jejak Chairil Anwar

TinTinn suara klakson kendaraan yang berbunyi sangat bising menyapa gendang telingaku. Juga asap hasil pembakaran mesin bermotor, menyerbu kedalam rongga paru-paruku, ahhh pagi yang indah.  Aku senang, karena pagi ini aku akan berjalan-jalan dengan teman-teman Oase juru tulis, menyusuri  jejak Chairil Anwar.

Siapa itu Chairil Anwar ?

Beliau adalah seorang penyair legendaris di indonesia, beliau wafat dalam usia muda, tapi walau begitu karya beliau mencapai lebih dari 100. Salah satu puisi Chairil Anwar yang aku suka adalah KERAWANG BEKASI. Aku suka karena menggambarkan perjuangan yang sangat membara. Beberapa waktu lalu, bunda membacakannya untukku, terdengar indah sekali. Bunda memang pandai membaca sajak.

Pukul 07.50 aku dan Ceca sampai di tugu proklamasi, tidak lama menunggu datang teman-teman yang lain. Setelah itu acarapun dimulai. Kami dibagi dalam dua kelompok. Kelompok laki-laki dan kelompok perempuan. Setelah dibagi kelompok, kakak-kakak yang akan membimbing kami dari jakartagoodguide memperkenalkan diri.

Tujuan pertama kami adalah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ini adalah tempat Chairil Anwar wafat. Beliau wafat dalam usia 27 tahun. Kemudian kami bergerak menuju metropole. Metropole merupakan sebuah bioskop, ini adalah tempat favorit Chairil Anwar untuk menonton, karena ternyata Chairil Anwar juga memiliki minat terhadap film. Kemudian kami bergerak menuju depan stasiun Cikini, tapi aku lupa apa yg Chairil Anwar lakukan disitu. Tiba-tiba salah satu dari kami bilang “Ehh beli somay dulu yu”ramailah kami berbondong-bondong membeli somay. Lanjut kami bergerak menuju Universitas Bung Karno, kakak dari jakartagoodguide menerangkan bahwa Chairil Anwar merupakan seorang pembawa pesan rahasia dari para pejuang 45. Dari situ kami ke Taman Ismail Marzuki, kami ke gedung HB Jassin. Aku baru tau kalau di gedung itu banyak menyimpan dokumen-dokumen tentang sastra dan non sastra. Lalu aku dan temanku Syauqi berlomba mencari dokumen yang umurnya paling tua, lewat katalog. Dan aku menang, aku menemukan dokumen tahun 1815. Terakhir kami menonton film tentang gedung HB Jassin. Dan aku sukses tertidur.

Aku senang hari ini, karena kegiatannya berbau sejarah.

Terimakasih kakak-kakak dari jakartagoodguide dan terimakasih juga kakak-kakak mentor juru tulis. Kak Ayu, kak Irma, kak Anne, kak Siddiq dan kak Wiwiet.

 

 

One comment to Menyusuri Jejak Chairil Anwar

  • Anne  says:

    Bahagia membacanya, karena Syabil bisa dapat “sesuatu” dari perjalanan hari ini.
    Bahagia juga karena membaca tulisan Syabil itu menyenangkan, enak dibaca dan pilihan diksinya makin baik.
    Ditunggu terus tulisannya ya, Bil. Makasih sudah berbagi.

Leave a reply Cancel reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>