Trip Cirebon bersama ustd Herry Nurdi

11 Agustus 2018

Pagi sekali saya bangun dan bergegas mandi karena hari ini saya dan Ceca akan ikut trip ke Cirebon bersama ustd Herry dari silaturahim travel.

Pukul 04.00 kami harus sudah sampai di Cibubur karena kami akan berangkat setelah subuh menuju Cirebon. Saya dan Ceca diantar oleh bunda, papa dan Syakira.

Tiba di pendopo rasil, sudah banyak orang dan saya bertemu dengan kak Mussa. Kemudian bunda, papa dan Syakira meninggalkan saya dan Ceca. Tidak lama adzan subuh berkumandang dan kamipun shalat berjamaah. Setelah itu petualangan dimulai.

Sarapan

Dalam bus saya sarapan pagi nasi bakar yang disediakan oleh panitia. Setelah makan saya tidur. Bangun-bangun sudah di tol Cipali. Menurut perkiraan map, kami akan sampai tujuan 2 jam lagi.

Masjid Merah Cirebon

photo by grup WA

photo by grup WA

 

Sejarah

Akhirnya sampailah kami di masjid merah Cirebon, letaknya di sudut jalan di Kampung Panjunan. Masjid ini dibangun kurang lebih tahun 1480’an namun pernah hancur karena gempa tapi tiang kayunya masih tetap utuh sampai sekarang.Dibangun oleh Syekh Syarif Abdurrahman Al Bagdhadi beliau murid dari Sultan Gunung Jati. Kenapa disebut masjid merah karena warna masjidnya merah. Kata Ustd Herry sebenarnya ini bukan masjid, melainkan mushola, jadi tidak ada mimbarnya. Ada dua ruangan dalam masjid ini. Bagian depan dan belakang. Bagian depan dibuka untuk umum, bagian belakang digunakan untuk ruang diskusi pendakwah islam. Para wali Songo jika mengadakan pertemuan di cirebon mereka berkumpul di mushollah ini.

MasyaaAllah saya merasa beruntung bisa berada dalam masjid yang dulunya markas para ulama penyebar agama Islam. Bagaimana ya  kalau saya berada di Majidil Haram, pasti perasaan saya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Doakan saya bisa kesana ya pemirsa sekalian.

Arsitektur

Tiba di masjid merah kami sholat tahiyatul masjid, setelah sholat ada materi dari kak Mussa dan Ustd Herry. Kak Mussa menerangkan bahwa masjid ini perpaduan antara arsitektur Arab Cina Eropa dan Indonesia. Hal ini terlihat dari tiang di dalam masjid. Tiangnya ada yang bulat, ini ciri dari arsitektur cina. Dan ada juga yang kotak, ini ciri arsitektur Indonesia. Untuk Eropa diwakili oleh keramik-keramik yang ada di dinding masjid. Tiang utama masjid ada 17, yang menandakan waktu sholat wajib dalam sehari. Bangunan masjid merah ini tidak tinggi dan pintu masuknya relatif rendah, untuk orang yang bertubuh tinggi, masuknya harus menundukan kepala. Tujuannya adalah ketika masuk ke rumah Allah kita harus merendahkan hati karena kita tidak ada apa-apanya dibandingkan Allah. Gapuranya memperlihatkan pengaruh hindu yang pada waktu itu banyak terdapat  di Cirebon pada jaman Majapahit

Saat di sana, saya paling senang melihat tiang-tiangnya, saya merasa takjub karena tiang ini masih nampak kokoh padahal sudah berumur  sangat tua. Dan masjid ini juga sangat sejuk, padahal di luar sangat panas.

Masuk waktu dzuhur kami shalat, setelah itu lanjut dengan shalat ashar.

 

 

photo by Ceca

photo by Ceca

Makan Siang

Kami makan siang empal gentong. Ini merupakan makanan khas Cirebon, berkuah dan rasanya gurih serta asin, bumbunya sangat meresap ke dalam dagingnya. Saya nambah nasi sekali, padahal pengen nambah lagi tapi saya ingat nasehat bunda, tidak boleh makan nasi banyak-banyak.

Makam Sunan Gunung Jati 

Sunan Gunung Jati atau Syarifhidayatullah lahir tahun 1448 masehi dan wafat tahun 1568. Beliau menjadi raja Cirebon ke 2.

Saat menuju makam, banyak sekali pengemis yang membuat saya kesal. Seperti mengatakan kami pelit karena kami tidak ngasih dan juga kami di paksa untuk nyumbang ke mereka, gaya mengemisnya dari mulai halus sampai kasar. Menurut saya hal ini harus ditertibkan karena sangat mengganggu peziarah yang datang.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Dari makam sunan Gunung Jati, kami bergerak menuju masjid Sang Cipta Rasa. lokasinya tidak jauh hanya perlu waktu 10 menit kalau mengunakan bis.

Di depan masjid, ustd Herry cerita tentang Prabu Siliwangi. Raja dari kerajaan besar. Kami duduk melingkar, semua serius mendengarkan. Prabu Siliwangi memiliki tiga orang istri. salah satu istri dari Prabu Siliwangi namanya Nyai Subang Larang. Memiliki 2 orang anak utama yakni Walangsungsang (laki-laki) dan RoroSantang (perempuan). Atas berkat rahmat Allah, Walangsungsang mimpi bertemu Rasullah. Adik nya juga mimpi hal yang sama. Padahal mereka berdua belum tau apa itu islam. hidayah memang milik Allah. Maka kemudian Walangsungsang mencari tahu apa itu islam. Saat itu di tanah sunda belum mengenal islam sama sekali. Tapi di tanah jawa islam sudah masuk salah satu nya itu sunan Ampel yang berdakwah ke Majapahit. Akhir nya Walangsungsang bertemu dengan kiai Jati. Kiai Jati murid dari Sunan Giri. Walangsungsang akhir nya masuk islam dan terusir dari istana begitu juga adik nya. akhirnya mereka bedua pergi haji ke tanah suci. Sampai di tanah suci Walangsungsang bertemu raja Mesir nama nya Syarif Abdullah kemudian Roro Santang menikah dengan Syarif Abdullah. Kemudian Walangsungsang pulang ke tanah air dan mendirikan kerajaan islam Cirebon.

Roro Santang nama nya berubah menjadi Hajjah Mudaiin, artinya orang muda yang berpendirian kuat. Dari hasil pernikahannya Hajjah Mudain memiliki dua orang anak, yakni Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah. beberapa waktu kemudian suaminya meninggal. Harusnya Syarif Hidayatullah yang menggantikan jabatan ayahnya tapi dia tidak mau. Akhir nya adik nya yang menggantikan. Syarif Hidayatullah bersama ibunya pulang kembali ke tanah air dan sebelum nya mampir dulu ke negeri Cina. Di sana Syarif Hidayatullah menikah dengan sang puteri Cina bernama Ong Tien. Kemudian sampai di tanah air mereka belajar di Samudra Pasai kemudian dari Samudra Pasai mereka ke Surabaya untuk belajar bersama Sunan Ampel. Sunan Ampel nama asli nya adalah Raden Rahmat. Setelah itu berguru lagi pada sunan Giri kemudian berguru lagi pada Sunan Bonang. Kemudian berguru lagi pada Sunan Kuddus. Baru kemudian Syarif Hidayatullah di beri amanat untuk berdakwah ke cirebon. Lalu Syarif Hidayatullah berubah nama menjadi Sunan gunung jati.

Sunan Gunung Jati punya anak namany Maulana Hasanudin. Beliau menjadi ulama besar di Banten dengan gelar Syeh Maulana Hasanudin. kemudian anak perumpuan  Sunan Gunung Jati yang bernama Ratu Wulung Ayu menikah dengan ulama asal Samudra Pasai bernama Fadilah Khan. Kemudian Fadillah Khan mendapat tugas untuk membebaskan Sunda Kelapa, misi nya berhasil dan Sunda Kelapa berubah nama menjadi Fathan Mubinah yang artinya kemenangan yang nyata. Dalam bahasa sangsekerta Fathan Mubinah artinya jayakarta di singkat jakarta. Kemudian Fadillah Khan berganti nama menjadi Fatahillah.

Akhirnya saya jadi tau dan paham bagaimana Islam masuk ke tanah sunda. Sebab ibu saya asli dari Jawa Barat, jadi saya senang mendengar kisah ini.

Kemudian ustd Herry melanjutkan kisahnya tentang seorang guru bangsa, HOS Cokroaminoto. Ayah beliau bernama Cokroamiseno. Cokroamiseno ulama besar, ayahnya bernama Cokronegoro, ulama besar juga, Cokronegoro punya ayah bernama Kiai Kasan Besari tokoh penegak syariat di Jawa Timur Ponorogo bernama Tegal Sari. Ayah Kiai Kasan bernama Ki Bagus Muhammad Besari,ayahnya bernama Haji Ilyas.Dari haji Ilyas, HOS Cokroaminoto bersaudara dengan Ahmad Dahlan. Kemudian ayah Haji Ilyas bernama ki Jurang Demang sampai ke Sunan Giri dan kemudian sampai pada sahabat Ali bin Abi Thalib. Jadi HOS Cokroaminoto masih berdarah Rasullah.

MasyaaAllah saya senang sekali mendengarkan kisah ini.

 

 

Arsitektur

Arsitek masjid ini adalah Sunan Kalijaga, mandor nya Raden Sepat (arsitek kerajaan majapahit). Tembok masjid nya masih ada sampai sekarang. Di masjid ini ada tiang asli yang belum pernah di renovasi, umur nya sekitar 600 ratus tahun kurang lebih. Di masjid ini ada dua bagian bagian yang baru dan bagian yang belum pernah di renovasi.

Keunikan

Jika sholat jummat, masjid ini muaadzinnya ada tujuh dan mengumandangkan azan secara bersamaan. Muaadzin nya berpakaian putih-putih.

Keraton Kasepuhan

Di sana ada taman istana dll. Kami tidak di perbolehkan masuk ke istananya, jadi kami hanya bisa melihat dari depan saja.Wisatawan tidak boleh masuk karena katanya banyak wisatawan yang melanggar peraturan, seperti menduduki kursi raja dan mengambil keramik dari istana tersebut.

Goa Sunyaragi

Goa Sunyaragi terletak di kelurahan Sunyaragi kota Cirebon. Sunyaragi di ambil dari dua kata yaitu sunya dan ragi. Sunya artinya sunyi ragi arti nya raga jadi barang siapa yang ingin menenang kan raga bisa datang ke goa ini. Goa ini adalah karang yang di pindahkan dari laut selatan, dulunya ini adalah benteng pertahanan. Goa ini sebagian sudah rusak karena pernah di bom oleh belanda. Dulu disekitar goa ini ada telaga, tapi sayang sekarang air nya sudah hilang karena mengering.

setelah dari sini kami menuju ke masjid

photo by WA grup

photo by WA grup

 

photo by Ceca

photo by Ceca

Makan malam

Setelah sholat magrib dan isya kami menuju ke tempat makan malam. Makam malam kali ini adalah nasi jamblang rasa nya sangat enak dan lauk nya ada tahu tempe dan telor.

Hotel

setelah kenyang kami menuju ke hotel hotel ini terletak di didaerah kuningan saat sampai disana angin nya sangat kencang dan itu membuat saya mengantuk dan saya akhir nya tertidur. Paginya saya bangun kesiangan, saya dibangunkan oleh kak Mussa, saya sedih karena sholat subuhnya terlambat.

12 Agustus 2018

Museum 1001 bendera

Museum ini terletak di Kuningan, kami berangkat dari hotel jam 10 pagi. Museum ini dulu nya adalah bekas hotel, nama hotel nya adalah hotel merdeka. di museum ini ada tempat duduk para pahlawan. Masih asli, seperti kasur, kamar mandi dan lainnya. Setelah itu kami menuju lapangan belakang museum. Di sana ada terapi ikan dimana kulit mati kita akan dimakan oleh ikan. Saya mencoba dan rasanya sangat geli, setelah itu ada materi dari ustd hery tentang pahlawan-pahlawan Islam yang ikut memerdekakan Indonesia. Ada satu nama yang saya baru dengar, namanya Faradj Martak, seorang  saudagar keturunan arab dari Hadramaut Yaman. Beliau ini pemilik rumah di jalan Pegangsaan timur nomer 56. Rumahnya dihibahkan pada Soekarno dan di rumah ini juga proklamasi di deklarasikan.

Dan ada juga acara foto bersama serta makan durian, wooo duren kesukaanku.

WhatsApp Image 2018-08-11 at 21.49.48

 

 

Hadiah Kejutan

Saya mendapat sarung karena saya memberikan testimoni. Merk sarungnya SABIL.

Makan siang

Kami makan siang di sebuah restoran di daerah Kuningan. Sebelum makan kami sholat dulu di mushollah restoran tersebut setelah sholat kami pun makan. Menu makan siang nya adalah ayam goreng dtempe tahu dll

Perjalanan pulang

Setelah makan siang kami pun akhirnya pulang dan perjalanannya alhamdulillah lancar. Kami sampai di cibubur jam 19:00. sesampai disana bunda dan papah sudah menunggu saya dan ceca.

Rasa nya jika ada acara seperti ini saya ingin ikut lagi karena sangat bermanfaat, terimakasih ust Herry Nurdi dan kak Mussa serta silaturahim travel, semoga Allah membalas semua kebaikan ini.

 

photo by Ceca

photo by Ceca

5 comments to Trip Cirebon bersama ustd Herry Nurdi

  • Anne  says:

    Syabiiil, lengkap sekali cerita dan liputannya. Pembaca jadi merasa seperti ada di sana, ikut trip bareng Ustadz Herry juga. Makasih sudah berbagi yaa.

  • Gina Hendro  says:

    Wah.. jadi pengen ke Cirebon… Makanannya enak2 ya? Hehe

  • SpenciL  says:

    Baarokallaahu fiik….nikmati setiap langkah dalam mencari ilmu karena Allah swt, Krn niat karena Allah SWT itulah yang akan menghantarkan kita kepadaNya.

  • Savitry Indrawardhany  says:

    Seperti ikut perjalanan ini…lengkap ya Bibby ceritanya..sampai menahan ga makan nasi banyak-banyak juga diingat😂. Barakallah ya Bibby..terus menulis ya Nak… Silmi dan ‘Ulya ikut belajar banyak dari laporan perjalananmu…. Makasih ya..

  • Kristin  says:

    Muantaaab..keren banget Bibby sudah bisa menulis selengkap ini, hebat euy, jadi tambah ngefans sama Syabil😊

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>