Trip ke Jawa Tengah bersama ustad Herry nurdi -part 1-

IMG_5158

29 Sebtember 2018.

Akhirnya berangkatttt

“Bbyl bangun bbyllll” suara bunda yang merdu membangunkan saya pada pukul 02.00 dini hari. Masih terkantuk-kantuk  saya terbangun, kemudian  saya ingat bahwa hari ini saya dan Ceca akan melakukan safar ke Jawa Tengah. Mau  belajar tentang sosok wali dan ulama penyebar Islam di Jawa Tengah. Kantukpun hilang berganti dengan semangat. Saya bersiap-siap untuk berangkat. Saya diantar oleh bunda, papah dan Syakira. Di perjalanan menuju bandara rasa senang dan rindu bercampur, saya senang hari ini saya bisa belajar tentang islam di nusantara dan ada rasa rindu juga karena saya harus berpisah dengan keluarga saya. Sampai di bandara Halim Perdanakusuma ustad Herry dan kak Musa sudah datang tapi kebanyakan peserta lain masih belum.

Pesawat kami berangkat  pukul 5:15. Perjalanan pesawatnya kurang lebih memakan waktu sebanyak satu jam. Di pesawat mentari pagi menyinari saya dengan hangat, entah mengapa hal ini membut saya tambah bahagia tapi juga membuat rasa kantuk saya lebih banyak dan pada akhirnya saya pun tertidur.

IMG_5158

photo by ceca

 

Sampai

Saat saya bangunn rasanya sangat senang karena saya sudah mendarat di bandar Udara internasional Ahmad  Yani. Saya kagum dengant arsitektur bandara nya karena sangat moderen dan futuristik, suasana ini membuat saya tambah semangat. Saat saya keluar dari bandara, udara nya sangat segar karena masih pagi dan belum tercemar oleh asap knalpot kendaraan-kendaraan bermotor. Setelah berjalan beberapa meter dari bandara kami mendapat informasi dari ustad Herry  bahwa bis kami belum sampai dan kami disuruh menunggu bis di halaman bandara. Dugaan awal saya kami akan menunggu bis kira-kira satu jam, ternyata salah. Kami hanya menunggu kurang dari 5 menit dan bis kami sudah sampai dan itu membut saya makin senang.  Di bis kami sarapan dulu, karena perjalanan kami masih jauh. Sarapannya sangat lezat dan nikmat, alhamdulillah. Setelah  selesai sarapan  ustad herry bercerita sedikit tentang kota semarang. Ustad Herry berkata bahwa Semarang tanah nya mulai turun karena rumah-rumah lama di semarang sudah berposisi di bawah jalan. Menurut beberapa sumber yang saya baca, mengapa hal itu bisa terjadi karena pengambair tanah yang berlebihan.

 

photo by Ceca

photo by ceca

Tempat pertama yang akan kami tuju adalah makam Sunnan Muria, lokasinya di kota Kudus. Jarak tempuhnya kurang lebih 2 jam. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja karena saya mengantuk.

Perjalanan ke makam sunan muria

Saat tiba di gunung muria saya di bangunkan oleh ceca.Perasaan saya saat itu  bercampur, antara rasa senang dan malas. Saya senang karena sudah sampai dan malas karena mentari siang yang sangat panas. Tapi saya tahu, bahwa saya tidak boleh malas, itu adalah godaan syaitan. Sebab akan sangat sayang sudah berjalan sejauh ini truss saya malas, hanya gara-gara panas matahari. Akhirnya saya turun dari bis, saat di tangga bis ternyata saya mimisan tapi saya tetap tenang. Karena saya tahu bahwa kalau panik tidak akan ada gunanya. Akhirnya saya melaporkannya ke kak Musa tapi kak Musa juga bingung, karena kak Musa tidak membawa tissue. Setelah saya mondar mandir sana sini, alhamdulillah akhirnya ada seorang ibu peserta yang baik hati menawarkan saya tissue dan akhir nya alhamdulilaah mimisan saya berhenti. Mungkin mengapa saya mimisan karena saya terlalu lelah, mengapa lelah karena saya semalam hanya tidur satu jam sebab  saya terlalu semangat untuk safar kali ini.

Ustad Herry memberitahu kami bahwa dari kaki gunung muria ke makam suann Muria membutuhkan transportasi ojek dan ojek nya bukan sembarang ojek, ojeknya bisa ngebut dengan kecepatan 60 km/jam padahal jalanannya kecil dan dua arah. Saat sampai di kaki gunung kami disuruh untuk mencari ojek. Suasananya sangat ramai dan panas serta amburadul. Orang-orang tidak antre untuk naik ojek. Mereka berebutan naik. Sampai-sampai ada yang berkelahi, ibu-ibu yang berkelahi. Saya merasa kesal saat itu karena mengapa orang-orang dewasa ini tidak mau antre, padahal kalau saja mereka mau antre akan lebih cepat mereka mendapatkan ojek, tidak perlu menyakiti sesama penziarah. Setelah beberapa menit menunggu ojek akhirnya Allah mudahkan saya mendapat ojek tanpa harus rebutan. Jalan menuju makam sangattttttt kecil dan sangat menanjak dan banyak tikungan. Sebelah kanan jalan adalah tebing dan sebelah kirinya jurang. Seharusnya dengan medan jalan begitu, motor normal pasti berkecepatan kurang lebih 20 KM tapi ojek kami bisa sampai 60 KM. Rasanya seperti naik roller coaster. Dan itu membuat rasa senang dan takut menjadi satu. Senang karena saya mendapat pengalaman naik ojek yang seperti ini dan takut karena sangat ngebut. Sampai disana suasananya sangat ramai di sana juga sangat panas. Di sana juga banyak yang jualan berbagai oleh-oleh.

IMG_5380

photo by Ceca

Sunan Muria

Sunan Muria adalah putra dari sunan Kalijaga, sunan Muria juga menantu dari sunan Kudus. Nama Sunan Muria adalah Raden Prawoto. Beliau mendakwahi daerah yang jauh dari keramaian, di pegunungan dan desa-desa pinggir hutan. Sunan Muria mendakwahi daerah Kudus, Pati dan Juwono. Sunan Muria mengajarkan 5 hal penting dalam hidup, yakni :

  1. Pandai-pandailah dalam menata hati
  2. Memiliki kecerdasan dalam membaca fenomena
  3. Jangan ter kagum-kagum pada dunia
  4. jadilah orang yang budi pekerti perwira
  5. Kurangi makan
  6.  Kurangi tidur

Mendengar paparan ajaran sunan Muria, saya menjadi introspeksi diri karena saya suka makan banyak, ternyata hal itu tidaklah baik. Padahal saya juga tahu hadist tentang berhenti sebelum kenyang. Tapi kenapa ya rasanya susah sekali untuk tidak makan banyak. Semoga saya bisa memperbaiki ini.

Gunungan

Gunungan adalah ajaran dari sunan Muria. Jadi para petani jaman dulu mengumpulkan sebagian hasil lahannya contoh nya kacang panjang, umbi-umbian dan buah-buahan, di tumpuk menjadi satu. Maka menumpuk dalam satu musim disebutnya gunungan. Sebelum di bagikan rata untuk seluruh masyarakat, sunan Muria membacakan kinasih. kinasih itu adalah tembang yang di peruntukan untuk anak-anak. Isi nya tentang tumbuh kembang seorang manusia yang taat pada allah setelah kinasih baru sinom, sinom adalah ajakan untuk kaum muslim untuk meneladani prilaku yang baik. Baru setelah itu di bagikan gunungannya dengan rata.

Kentongan dan beduk

Kentongan dan beduk juga dari ajaran sunan Muria. Sebelum memukul bedug di pukulkan dulu ke kentongan, bunyinya tong tong tong artinya masjidnya masih kosong.Kemudian bedugnya di pukul, suaranya deng deng deng artinya masih cukup masjidnya ayo datang.

Lepet dan Ketupat

Lepet dan ketupat dibagikan setelah tembang kinasih dan sinom dibacakan. Lepet juga memiliki filosofi tersendiri.  Komposisi lepet itu ada tiga, yaitu ketan, janur  dan ikatan. Lepet itu cerminan dari mengakui kesalahan diri. Janur adalah singkatan dari janjaninur yang artinya cahaya yang sesungguhnya adalah al Qur’an. Sedangkan ketupat simbol dari permintaan maaf

 

Di makam sunan muria.

Setelah ustad Herry bercerita tentang perjuangan sunan Muria di masjid sunan Muria. Kami langsung menuju ke makam sunan Muria, di sana sangat ramai dan pengap. Kami bahkan membutuhkan waktu 30 menit untuk mengantre di makam sunan Muria tapi saya tetap semangat karena saya ingin melihat jejak sunan Muria.

IMG_5438

photo by Ceca

Makan Siang

Setelah meninggalkan gunung muria, kami menuju untuk makan siang. Alhamdulillah makan siangnya enak walau menurut saya pedas rasanya.

Makam Sunan Kudus

Kembali kami melanjutkan perjalanan menuju makan sunan Kudus. Tiba diparkiran bus saya disambut oleh matahari yang sangat panas dan angin yang juga panas. Tempatnya gersang dan sepi. Untuk menuju makam sunan Kudus, transportasi yang digunakan bisa becak atau angkot. Awalnya kami ingin naik angkot tapi para pengemudi becak menghalang-halangi. Mereka memaksa kami naik becak, sampai kami dimarahi, sehingga akhirya terpaksa kami naik becak. Menurut saya hal ini sangat tidak baik karena memaksakan kehendak, padahal rezeki sudah Allah atur.

Setelah menaiki becak yang menyebalkan dan tidak nyaman akhirnya saya sampai di masjid makam sunan Kudus. suasana di sana agak ramai. Setelah semua berkumpul di masjid makam sunan Kudus barulah kami memasuki area masjid. area masjidnya luas dan bersih. Disana juga ada banyak gapura karena pengaruh Hindu yang pada masa itu indonesia belum banyak orang Islam. Nama masjidnya adalah masjid menara Kudus sudah berdiri sejak 1549 M. walau masjidnya banyak tambahan  baru tapi bagian yag aslinya masih sama. Sampai di masjid menara kudus suasananya sedikit ramai dan panas. Saya sangat senang mengunjungi masjod ini karena arsitekurnya sangat kokoh dan kuat.Setelah sholat ashar dan zuhur di jama, baru kami menuju ke makam sunan Kudus. Makam sunan kudus lokasinya tidak jauh dari masjid menara kudus setelah sampai di depan makam ustad Herry bercerita dulu tentang  sunan Kudus. cara sunan Kudus mendakwahi kaum hindu budha adalah dengan menaruh sapi di depan pendopo, saat idul adha yang di sembelih adalah kambing bukan sapi dan mangajak orang-orang hindu budha membaca surat al baqoroh yang berati sapi betina. Ini di lakukan agar orang-orang hindu buda berpikir kalau agama islam mirip dengan agama mereka. Setelah mendengar kisah yang luar biasa itu kami langsung menuju ke makam sunan Kudus.

 

InsyaaAllah, tunggu sambungannya yaa …..

 

 

4 comments to Trip ke Jawa Tengah bersama ustad Herry nurdi -part 1-

  • Anne  says:

    Waah ilmu dari oase menulis sudah dipakai ya Byl untuk paragraf awal. Tulisannya enak dibaca dan sangat bergizi. jadi yang membaca seperti mendapat banyak tambahan ilmu. Keep sharing ya Byl…menulis terus untuk berda’wah. Barakallahufiik…

  • Julia  says:

    Assalamualaikum syabil.. MasyaAllah, berkah untuk sharing ilmunya ya biil.. Walaupun ga ikutan safar bareng sama syabil,tapi bunda ikut merasakan jejak perjalanan yang seru dan juga duka nya ketika perjalanan.
    Jadi.. Ga sabar nunggu kisah selanjutnya.. Semoga syabil bisa menjadi sunan jaman now ya biil..

  • Shanty  says:

    Ngak sabar nunggu sambungan tulisan Syabil. Kombinasi pengamatan yg jeli & refleksi diri bikin tulisan safarmu super kereeennnnn 😍

  • Aar  says:

    Dramatis, mengalir, penuh ekspresi, informatif. Keren Syabil!

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>