Trip ke YogYakarta

”Bil bunda tinggal ya”

”ok bun” .

Hari ini aku akan melakukan Trip menuju Yogyakarta. Hari masih sangat pagi, saat aku sampai bandara. Di pesawat aku langsung tidur supaya bisa lebih berenergi saat beraktivitas. Tiba-tiba JEGERRR aku pikir tadinya pesawat ini kenapa-napa tapi ternyata kami telah mendarat di bandar udara international Adisutjipto. Alhamdulillah.

O iya, selama di Yogyakarta transportasi yang akan kami gunakan adalah bus. Aku suka suasana kota Yogyakarta, disini tidak semacet dan lebih teratur dari Jakarta.

Sarapan. 

Sebelum perjalanan dimulai kami sarapan di sebuah warung makan kecil. Menu yang dihidangkan adalah sup daging

Masjid Gedhe Kauman. 

Dari tempat sarapan kami tidak menggunakan bus untuk menuju masjid gedhe, melainkan jalan kaki karena lokasi masjid itu sudah sangat dekat. Masjid ini didirikan tahun 1773 an untuk sarana pelengkap kraton. Pada tahun 1946 pecah perang diseluruh negeri, sampai akhirnya pemimpin-pemimpin nasional nomaden karena dikejar-kejar Belanda. Lalu Sultan Hamengkubuwono IX menjadikan Yogya sebagai ibu kota secara diam-diam. Setelah itu Sultan Hamengkubuwono IX memberangkatkan kereta dari Jakarta secara diam-diam di malam hari untuk menjemput bung Karno, bung Hatta dan menteri-menteri lainnya ke YogYa. Dan gedung pemerintahannya adalah masjid ini.

Sultan Hamengkubuwono IX juga pernah menjadikan masjid ini sebagai kampus pertama di Yogya, ini adalah cikal bakal dari Universitas Gajah Mada. Kakeknya Belva (teman seperjalanan) pernah berkuliah di masjid ini.

WhatsApp Image 2019-08-31 at 18.13.23

Rumah asli KH Ahmad Dahlan.

Di belakang masjid gedhe ada sebuah gang kecil, di dalam gang ini terdapat rumah asli KH Ahmad Dahlan. Ukuran rumahnya bisa dibilang kecil,  bertingkat dua. KH Ahmad Dahlan sempat beberapa saat belajar di Mesir. Saat pulang ke Indonesia beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah. Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan penyimpangan umat muslim di Indonesia. Saat KH Ahmad Dahlan membetulkan kiblat menjadi miring, banyak yang mulai mencaci maki beliau beliau bahkan diberi julukan ”kiai kafir” ”kiai sesat” ”kiai murtad”. Tapi dibalik itu semua, beliau tidak menyerah. Hebat ya, masyaaAllah. Sampai saat ini, muhammadiyah memiliki ribuan sekolah dan rumah sakit.

Pernah suatu saat beliau kehabisan uang untuk menggaji para guru sekolah, lalu beliau membuka rumahnya selebar-lebarnya, dan menjual seluruh perabotan rumahnya, uang hasil penjualannya beliau pakai untuk menggaji para guru sekolah. MasyaaAllah tabarakallah, hebat sekali KH Ahmad Dahlan, semoga Allah melapangkan kuburnya.

 

Makan siang.

Setelah mendengarkan materi ustad Herry dengan mata yang mengantuk (bukan karena aku bosan, tapi karena memang aku kurang tidur), akhirnya materi selesai dan aku makin bersemangat karena setelah ini kita akan makan siang  dan sholat di sana.

Museum Jendral Sudirman. 

Perut sudah terisi, tinggal otak yang belum terisi penuh. Dari tempat makan siang kami berjalan kaki lagi (karena tempatnya dekat) menuju museum jendral Sudirman.

Jendral Sudirman rahimahullah menurutku adalah pahlawan terkuat dan hebat. Di saat beliau perang gerilya, paru-parunya tinggal satu, dan yang satu ini pun hanya berfungsi 35 persen. Yang hebatnya saat sedang geriliya, Jendral Sudirman selalu bercerita pada pasukannya tentang sirah nabawiyah dan perjuangan Rasullullah saat Rasulullah berjihad. Menurutku, pasti pasukan jendral Sudirman setelah mendengarkan sirah nabawiyah jadi memiliki semangat jihad yang bergelora, membawa sebuah kekuatan tersendiri untuk pasukannya.

Ada tiga amal yang tidak pernah ditinggalkan jendral Sudirman. Yang pertama ada sholat berjamaah tepat waktu, yang kedua menjaga wudhu, bayangkan saat kondisi perang seperti itu beliau masih tetap menjaga wudhunya, yang ketiga adalah sholat malam. MasyaaAllah, tabarakallah. Betapa hebatnya panglima Jendral Sudirman,semoga Allah lapangkan kubur beliau.

 

Waktunya Tidurrrr

“Baiklah setelah ini kita akan ke hotel”, aku lupa siapa yang berkata itu, tapi begitu mendengar kami akan ke hotel aku langsung merasa semangat, semangat untuk tidur.

Malam hari kami dibiarkan bebas untuk menjelajah kuliner yang ada di Malioboro dan sekitarnya (hotel kami dekat Malioboro). Disaat yang lain sedang di Malioboro, aku dan Fatih (teman seumuran sekaligus teman sekamarku) sepakat untuk hanya  membeli nasi goreng biasa didepan hotel. Tenang, nasi gorengnya sudah kuselidiki bumbu-bumbunya, tidak menggunakan angciu. Setelah makan terbersit rasa sedikit menyesal tidak pergi ke Malioboro bersama jamaah yang lain, tapi setelah kuingat lagi, memang malam itu kami berdua sangat kelelahan, karena kami memulai aktivitas sejak dini hari tadi.

HARI KEDUA. 

Terlambat. 

Saat aku sedang enak tidur,  Fatih membangunkanku. Untunglah kami tidak terlambat bangun, gumamku dalam hati

Agenda pertama kami pagi ini rencananya adalah sholat subuh berjamaah dan mendengarkan materi ustad Herry, di masjid Gedhe Kauman (lagi). Tapi bisa dibilang kami ini ”kepagian” jadi aku memutuskan untuk tidur lagi sementara Fatih berjaga.

Dan ternyata….. saat bangun aku kesiangan dan fatih yang sedang terjaga  sepertinya juga tidak menyadari sudah pukul berapa ini. Ini sudah pukul 04:30 subuh (di Yogja itu sudah hampir melewati waktu sholat). Dan akhirnya kami buru-buru turun menuju luar hotel untuk mendapatkan becak. Saat sudah di depan hotel ternyata tidak ada abang becak yang sedang beroprasi. Kata bapak security supir-supir becak  sedang  sholat. Akhirya Bapak security yang baik hati menyarankan kami untuk memesan grab bike. Karena HP Fatih ditinggal oleh Fatih di kamar hotel, dan HPku baterainya habis. Kami berdua kembali ke kamar hotel dan memesan Grab di HP Fatih. Alhamdulillah abang grab tiba cepat dan kami bisa sampai di masjid Gedhe Kauman, (meskipun agak terlambat sih hehehehehe).

Materi pagi dari Ustad Herry.

Saat aku dan Fatih tiba di masjid Gedhe kami langsung berlari-lari kecil menuju tempat wudhu, (karena waktu sholat hampir habis). Setelah sholat kami langsung bergabung bersama teman-teman lainnya yang sedang duduk melingkar, sambil mendengarkan materi dari Ustadz Herry. Rupanya ustadz Herry sedang membahas tafsir di beberapa surat di Qur’an.

Surat pertama Al Alaq. Al Alaq memliki 2 kata kunci. Yang pertama. Semua hal yang ada di dunia ini penciptanya adalah Allah. Kata kunci kedua surat Al alaq, adalah, belajar lah dengan cara yang di Ridhoi oleh Allah.

Surat kedua Al Mudassir, kata kunci al mudassir hanya ada satu yakni, bersihkan lah hatimu dari hal yang menghalangimu untuk mencintai allah.

Surat ketiga adalah Al Fatihah, kata kunci pertama surat Al Fatihah adalah, lakukan semua atas nama Allah, kata kunci yang kedua adalah, jangan membuat Allah murka dengan kemaksiatan kita. 

Jalan-jalan pagi. 

Sekarang sudah jam 6:15 itu tandanya kami akan kembali ke hotel lagi. Sebelum pergi kami sholat duha terlebih dahulu. Di perjalanan pulang ke hotel kami sempat melewati alun-alun Yogjakarta, disini terdapat dua pohon beringin. Dan juga kami sempat melewati Jalan Malioboro, aku suka suasana Malioboro. Terlihat banyak orang yang sedang senam pagi, dan juga tidak ada mobil yang melewati jalan ini. Disini pedagang kaki lima berada dimana-mana, lalu aku tertarik untuk mencoba sebuah makanan, aku tidak tau nama makanan ini, tapi makanan ini ada nasi yang di siram bumbu kacang. Lauknya bervariasi kita bisa memilihnya sendiri, ada ayam, telor, gorengan, dan masih banyak lagi. Aku menyantap makanan ini di pinggir jalan bersama Fatih, benar-benar pengalaman yang menyenangkan.

 

Hampir telat lagi.

Saat aku bertemu dengan kamar hotel lagi hal yang pertama ku lakukan adalah loncat ke kasur dan tidur. Sementara Fatih tidak tidur. Saat aku bangun aku bangun dengan kaget dan langsung bertanya pada Fatih jam berapa ini. Ternyata ini sudah jam 08:00. Aku langsung buru-buru menyambar handuk dan mandi, karena kami akan kembali berkumpul di bis jam 08:30. Alhamdulillah kami tidak telat lagi , seperti shubuh tadi.

Joglo Tani.

Selama Trip ini kami hanya mengitari Yogja di daerah yang sama, tapi kali ini kami akan memasuki pedalaman, kota Yogja. Joglo Tani adalah sebuah tempat pertanian dan peternakan, ada bebek ayam dan masih banyak lagi.

Diberikan sendal oleh om Afghan. 

Saat aku sedang berjalan menuju bus tiba-tiba saat aku melangkah sendal ku langsung terlepas. Ternyata sendalku putus , lalu om Afghan melihat cara jalan ku yang aneh karena sendal ku putus lalu om Afghan berkata. ”Bil di bus om ada sendal cadangan nanti sendal cadangannya kamu pake aja ya”. Alhamdulillah aku mendapat sendal tanpa harus membeli, terimakasih om Afghan, yang baik hati sudah memberiku sendal, semoga Allah membalas kebaikan om Afghan.

 

Museum Pangeran Diponegoro 

Museum ini memiliki senjata-senjata pangeran Diponegoro, tapi senjata-senjata ini bukan milik beliau. Melainkan milik belanda, pangeran Diponegoro adalah pemimpin perang jawa, beliau memberontak karena kezoliman dimasa itu sudah sangat luarbiasa, rakyat indonesia di pekerjakan paksa, dan banyak korban yang berjatuhan. Setelah perang jawa selesai, seluruh ulama dibunuh, pesantren dibakar. Dan anak-anak yang memiliki potensi memimpin akan dirawat oleh orang belanda.

Makam pahlawan. 

Sebelum kami menuju HOS Tjokroaminoto Ki Bagus Hadikusumo dan KH Fachrudin, kami sholat ashar terlebih dahulu di masjid yang berada di depan tanah makam tersebut. Setelah sholat ashar ustads Herry menceritakan sedikit tentang HOS Tjokroaminoto sebelum kami memasuki area makam. Tjokroaminoto adalah orang yang membuat ide ”indonesia merdeka” sebelumnya belum ada kata-kata ”indonesia merdeka” beliau juga adalah Pendiri SI (sarikat islam). Beliau pernah koma selama 2 hari, setelah siuman dia bercerita pada anak-anak, bahwa dia bermimpi berdialok dengan rasulullah. Di dua hari itu juga Rasulullah mengajarkan langsung kepada beliau tentang tafsir Al-Quran. Setelah beliau sudah sembuh beliau menulis buku Tafsir Al-Quran.Setelah selesai materi barulah kami memasuki tanah makam tersebut. Makam Tjokroaminoto, lumayan besar dan memiliki bangunan diatasnya.

Makam Ki Bagus Hadikusumo sangat sederhana, hanya gundukan tanah dan batu diatas, batunya pun bukan batu nissan melaikan hanya batu biasa yang diletakan sebagai penanda ada makam disitu. Mengapa makam beliau sangat sederhana? karena beliau pernah bilang ”biarlah penduduk langit saja yang mengenal perjuanganku.” Ki Bagus Hadikusumo adalah salah satu tokoh BPUPKI. Beliau juga adalah tokoh besar muhammadiyah

Makam KH Fachrudin seperti makam-makam pada umumnya memiliki batu nissan dan makam yang dilapisi dengan kramik. KH Fakhruddin adalah pejuang pergerakan kemerdekaan Indonesia dan tokoh Muhammadiyah.

Semoga Allah merahmati ke tiga tokoh pejuang kemerdekaan ini.

WhatsApp Image 2019-09-01 at 20.51.06

WhatsApp Image 2019-09-01 at 20.51.01

 

Pulanggggggg.

Tak terasa sudah 2 hari aku bersama teman-teman Yogjya inspiring tour. Sekarang adalah waktunya pulang, alhamdulillah kami sampai Jakarta dengan selamat dan aman.

Terimakasih Ustadz Herry, kak Musa, uncle Firman dan kak Vienka atas ilmu nya yang sangat bermanfaat dan terimakasih juga seluruh teman-teman Yogja inspiring tour. Teman-teman yang saya maksud disini, rentang usianya dari 9 sampai 65 tahun, hehehe. Salam hormat dan semoga Allah memberi keberkahan untuk kita semua.

2 comments to Trip ke YogYakarta

  • Anne Adzkia  says:

    Sepertinya Syabil bisa menangkap semua materi dari Ustadz Herry dan menyampaikannya kembali dengan lengkap lewat tulisan ini.

    Masyaallah ya, perjalanan yang luar biasa, sarat ilmu dan penuh muatan ruhiyah. Jadi pengen ikut kalau Ustadz Herry bikin acara lagi nanti.

    Eeima kasih ya Bil…tulisannya indah dan yang membaca jadi dapat banyak ilmu juga.

  • Eva  says:

    Masyaallah bagus sekali reportasenya.. Terasa ceria dan bahagia melewati setiap proses belajarnya 😍 Barakallah Syabiil..
    Semoga Allah mudahkan perjalanan belajar selanjut-selanjutnya, Allah berkahi dan ilmunya bermanfaat dunia akhirat.. Aamiin.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>